Mengetuk Pintu Langit: Indahnya Pembiasaan Asmaul Husna dan Sholawat Nabi di SDN Wonoboyo

 WONOBOYO – Ada yang berbeda dengan suasana pagi di SD Negeri Wonoboyo setiap hari Jumat. Sebelum bel masuk kelas berbunyi, selasar sekolah yang biasanya riuh dengan canda tawa anak-anak, kini berubah menjadi syahdu. Lantunan nasyid, dzikir, dan sholawat terdengar merdu, mengalun membelah udara pagi yang sejuk.

Program Pembiasaan Asmaul Husna dan Sholawat Nabi kini telah menjadi agenda rutin yang dinanti-nanti oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, serta didampingi langsung oleh Kepala Sekolah dan jajaran Bapak/Ibu Guru, yang dipimpin oleh guru PAI dan Budi Pekerti.

Membentuk Karakter Sejak Pagi Hari

Mengenakan seragam yang rapi sebagian siswa mengenakan seragam pramuka lengkap dan siswa perempuan mengenakan jilbab cokelat mereka duduk dengan tertib dan khusyuk di sepanjang teras kelas.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah al-Fatihah dan Mendoakan kedua orang tua dilanjutkan dengan pembacaan 99 nama-nama baik Allah (Asmaul Husna) secara bersama-sama. Suara lantang namun lembut dari murid ini menciptakan atmosfer yang sangat religius di lingkungan sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan melantunkan Sholawat Nabi yang dipimpin langsung oleh perwakilan guru PAI dan Budi Pekerti.

"Melalui pembiasaan ini, kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat. Kami ingin mengenalkan nama-nama Allah dan menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sejak dini," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Manfaat Nyata untuk Siswa

Program pembiasaan pagi ini dirancang bukan tanpa alasan. SDN Wonoboyo berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Beberapa dampak positif yang mulai terlihat dari kegiatan ini antara lain:

  • Meningkatkan Kedisiplinan: Siswa menjadi lebih terbiasa datang tepat waktu agar tidak tertinggal momen berdoa bersama.

  • Menghadirkan Ketenangan Belajar: Lantunan dzikir dan sholawat di pagi hari terbukti membuat pikiran siswa lebih tenang dan siap menerima pelajaran di kelas.

  • Mempererat Kebersamaan: Duduk berdampingan di selasar tanpa sekat kelas menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang erat antar-siswa.

Harapan ke Depan

Pihak sekolah berharap pembiasaan baik ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah saja. SDN Wonoboyo sangat mengharapkan peran aktif orang tua di rumah untuk turut menjaga dan mengingatkan putra-putrinya agar senantiasa mendawamkan (merutinkan) Asmaul Husna dan Sholawat di kehidupan sehari-hari.

Dengan fondasi karakter yang kuat dan berkah sholawat, semoga seluruh siswa-siswi SDN Wonoboyo tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa, serta berakhlakul karimah.

Lebih baru Lebih lama