Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Kelas Fase B dan Fase C Ikuti Pelatihan PKGMBI

NGOMBOL – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar Wilcambidik Ngombol, Pusat Kegiatan Guru (PKG) menggelar “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Kelas dalam Mengajar Bahasa Inggris untuk Guru Kelas Fase B dan C” pada hari Senin dan Selasa (6-7 Juli 2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB digelar sebagai persiapan menghadapi implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

foto pelatihan PKGMBI

Pelatihan yang dipusatkan di Aula Krida Wiyata Mandala Wilcambidik Ngombol ini diikuti oleh 24 guru kelas Fase B dan 24 guru kelas Fase C, yang merupakan perwakilan dari 24 sekolah dasar negeri dan swasta di wilayah Wilcambidik Ngombol.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua KKKS Wilcambidik Ngombol, Bapak Sugiharto, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan dasar-dasar bahasa Inggris bagi guru kelas, seiring dengan diperkenalkannya kembali bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar.

“Bapak Ibu bisa memulainya secara perlahan dengan pembiasaan sederhana sehari-hari di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru tidak hanya memahami materi, tetapi memiliki kepercayaan diri untuk mempraktikkan serta mengajarkannya dengan strategi atau metode yang menyenangkan bagi murid,” ujar Bapak Sugiharto dalam sesi pembukaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Korwilcambidik Ngombol, Bapak Timbul Winarno, S.Pd., M.Pd. dan Pendamping Satuan Pendidikan, Ibu Sutami Kurniasih, S.Pd. Kehadiran Korwilcambidik dan Pendamping Satuan Pendidikan memberikan motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus memperbarui kompetensi pedagogis dan profesionalitas mereka guna menyongsong implementasi pembelajaran bahasa Inggris wajib mulai Tahun Ajaran 2027/2028.

Untuk memberikan pembekalan yang berlualitas, panitia menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Purworejo, yaitu Bapak Drs. Bambang Susilo, Miss. Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd., dan Miss. Idha Kurniasari Dewi, S.Pd.

Hari pertama, Senin (6/7/2026), sesi pertama diisi oleh Miss. Novi Ika Lestari, S.Pd., M.Pd., yang merupakan guru bahasa Inggris dari SMP Negeri 8 Purworejo. Beliau memaparkan materi krusial mengenai Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Inggris Fase B, sekaligus membagikan strategi How to Teach Young Learners (cara megajar anak-anak).

“Mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak usia sekolah dasar memerlukan pendekatan berbeda. Kita bisa menggunakan media visual, lagu, gerakan tubuh, dan permainan agar murid tidak merasa takut atau bosan,” jelas Miss Novi di hadapan para peserta.

Sesi kedua pada hari pertama, dilanjutkan oleh Miss. Idha Kurniasari Dewi, S.Pd., guru bahasa Inggris SMP Negeri 2 Purworejo. Beliau membimbing para peserta mengenai English Classroom Language dan Daily English.

Materi ini sangat praktis, melatih para guru kelas untuk menggunakan instruksi-instruksi sederhana dalam bahasa Inggris saat mengelola kelas, seperti menyapa murid, memberikan instruksi tugas, hingga menutup pelajaran.

“Bapak Ibu tidak perlu langsung lancar dalam tata bahasa yang rumit. Mulailah dari pembiasaan di kelas seperti ‘Good morning’, ‘Stand up, please’, Listen to me’. Kebiasaan mendengar insruksi sederhana ini akan merangsang kepekaan mendengar (listening skill) murid,” papar Miss idha.

Tidak hanya menerima teori, para peserta langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat. Setelah materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kolaborasi antarpeserta.

Untuk mempraktikkan teori yang didapat, ke-24 peserta membentuk kelompok kecil yang terdiri dari empat peserta. Mereka tampak berdiskusi menyusun draft modul ajar bahasa Inggris Fase B dengan memadukan pengajaran anak (young learners) serta instruksi praktis di kelas (classroom language).

Sesi praktik ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Masing-masing kelompok mendapatkan giliran untuk melakukan micro teaching hasil rancangan modul ajar mereka di hadapan narasumber dan seluruh peserta. 

Setelah akhir sesi micro teaching, narasumber memberikan umpan balik terhadap praktik yang dilakukan oleh para peserta.

Memasuki hari kedua, Selasa (7/7/2026), dengan peserta 24 guru kelas Fase C, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, Bapak Drs. Bambang Susilo dari SMP Negeri 2 Purworejo.

foto pelatihan PKGMBI

Selain mengulas kembali materi yang diberikan pada hari pertama, Drs. Bambang Susilo juga memaparkan pengembangan topik pembelajaran untuk murid Fase C. Beliau menekankan bahwa mengajarkan bahasa asing pada tingkat dasar membutuhkan kesabaran dan tahapan yang kontekstual.

“Pengajaran bahasa Inggris bagi murid Fase C dimulai dari hal terkecil, yaitu dari kata, lalu frasa, dan membuat kalimat sederhana. Setelah itu, barulah kita bimbing murid untuk menyusun kalimat-kalimat tersebut menjadi teks sederhana,” jelasnya di hadapan para peserta.

Ia juga membagikan kiat praktis yang sangat krusial bagi para peserta, yakni pentingnya memanfaatkan bahasa tubuh (gestures) saat mengajar demi meminimalkan penggunaan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa yang terlalu dominan.

“Gestures sangat membantu murid mengerti apa yang kita sampaikan tanpa harus menerjemahkannya satu per satu. Dan upayakan untuk tidak menyuruh mereka membuat paragraf sementara mereka belum mendapatkan materi,” tegasnya.

Pelatihan hari kedua ditutup secara resmi pada pukul 12.00 WIB. Melalui pelatihan selama dua hari ini, diharapkan para guru kelas di Wilcambidik Ngombol siap mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris secara interaktif, aktif, dan menyenangkan bagi murid di sekolah masing-masing. 

daftar hadir pelatihan PKGMBI
foto pelatihan PKGMBI
notulen pelatihan PKGMBI

laporan kegiatan PKGMBI


Lebih baru Lebih lama